Pedoman Tata Laksana | Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Diabetes Melitus pada Anak

Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Diabetes Melitus pada Anak

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Diabetes Melitus pada Anak

Latar Belakang

Angka kejadian Diabetes Melitus (DM) pada anak meningkat secara global maupun di Indonesia.

DM pada anak terdiri dari:

  • DM Tipe-1
  • DM Tipe-2
  • DM Monogenik

Prevalensi DM Tipe-1 di Indonesia meningkat signifikan:

  • Tahun 2000: 0,0038/100.000
  • Tahun 2010: 0,028/100.000
  • Tahun 2023: 2/100.000
  • Banyak kasus terdiagnosis saat sudah terjadi ketoasidosis diabetik (KAD) (±71% tahun 2017).
  • DM Tipe-2 pada anak meningkat seiring peningkatan obesitas anak.

Masalah utama:

  • Diagnosis terlambat (under-diagnosed)
  • Skrining belum merata
  • Keterbatasan fasilitas laboratorium
  • Tata laksana komplikasi belum optimal
  • Kurangnya kesadaran masyarakat dan tenaga kesehatan

Diagnosis

Diagnosis ditegakkan bila memenuhi salah satu:

  • Gula darah sewaktu ≥200 mg/dL + gejala klasik
  • Gula darah puasa ≥126 mg/dL
  • TTGO 2 jam ≥200 mg/dL
  • HbA1c >6,5%

Prinsip Pengelolaan DM Tipe-1

DM Tipe-1 tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat dikontrol optimal.

Target kontrol metabolik:

  • HbA1c <7% = baik
  • <8% = cukup
  • 8% = buruk

Komponen utama terapi:

  • Insulin
  • Pengaturan makan
  • Aktivitas fisik
  • Edukasi
  • Monitoring mandiri

DM Tipe-2 pada Anak

Faktor risiko utama:

  • Obesitas
  • Riwayat keluarga
  • Berat lahir rendah

Tata laksana:

  • Modifikasi gaya hidup
  • Metformin
  • Insulin (jika diperlukan)
Hubungi Kami